Assalamualaikum wr.wb,,, ketemu lagi sama saya loly dan kali ini saya akan membahas tentang Etika Profesi Teknologi Informasi. Sebelum kita membahas tentang Etika Profesi Teknologi Informasi kita harus tau dulu mengapa Etika Profesi itu perlu dalam Teknologi Informasi.
Coba anda perhatikan gambar berikut ini!!!
Apa yang anda pikirkan tentang gambar berikut ini? ya, loly tau itu adalah gambar ikan  yang sedang melompat dari akuarium yang kecil ke akuarium yang lebih besar, begitu juga dengan informasi saat ini dengan adanya teknologi yang canggih kita bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dan luas.Itu adalah salah satu mengapa perlu adanya Etika Profesi Teknoli Informasi agar kita dapat menyaring mana informasi yang bersifat positif dan mana informasi yang bersifat negatif sehingga kita harus berhati - hati dengan informasi yang ada saat ini.
Apakah kalian tahu jika:
1. Setiap bulannya ada 2,7 miliar search di Google
2. Jumlah pesan tertulis yang diterima dan dikirim setiap hari melebihi jumlah total populasi di planet ini
3. Lebih dari 3000 buku baru dipublikasikan setiap harinya
4. Diproduksi 1.900 CD,150 juta panggilan setiap detik
5. Diperkirakan 40 exabytes informasi baru diproduksi worldwide tahun lalu dan ini lebih banyak dari  5000 tahun sebelumnya
Dan pada Era Reformasi saat ini Komputer = universal tool dimana komputer mengerjakan hampir apa saja karena komputer tidak perlu tidur, tidak lelah, tidak pulang rumah karena sakit,atau ambil cuti untuk refreshing/rekreasi sehingga seringkali membuat komputer lebih efisien dari manusia.
Baiklah sebelum kita masuk ke Etika Profesi Teknologi Informasi loly akan membahas tentang 4 Isu Etika Era Reformasi
4 Isu Etika Era Informasi
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis:
a. Privacy
Privasi yang dimaksud di sini adalah Privasi dalam hal hak individu atau hak seseorang dalam mempertahankan informasi yang bersifat pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang tidak berhak atau yang dirahasiakan.
Contohnya: Contoh isu mengenai privasi sehubungan diterapkannya sistem informasi adalah pada kasus seorang manajer pemasaran yang ingin mengamati email yang dimiliki bawahannya karena diperkirakan mereka lebih banyak berhubungan denganemail pribadi daripada email para pelanggan. Sekalipun manajer dengan kekuasaannya dapat melakukan hal itu, tetapi ia telah melanggar privasi bawahannya.
b. Accuracy 
Akurasi merupakan faktor yang paling utama dalam sistem Informasi. Ketidakakurasian sebuah Informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dan bahkan membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Informasi yang diberikan harus benar, tepat, akurat dan bertanggung jawab karena apa yang diinformasikan bisa jadi merupakan bahan referensi dalam membuat keputusan.
Contohnya: Sebuah kasus akibat kesalahan penghapusan nomor keamanan social dialami oleh Edna Rismeller. Akibatnya, kartu asuransinya tidak bisa digunakan dan bahkan pemerintah menarik kembali cek pensiun sebesar $672 dari rekening banknya. Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan. 
c. Property 
Aspek property ini berhubungan dengan siapa pemilik informasi, bagaimana harganya atau bagaimana kadar sebuah informasi itu sangat diperlukan, bagaimana sebuah informasi itu mengalir, dan siapa saja yang boleh mengakses.
Kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
Contohnya: Di Indonesia marak sekali pelanggaran property seperti pembajakan film-film dan juga barang-barang branded terkenal dengan harga yang relative lebih murah.
d. Accesibillity 
Berhubungan dengan informasi apa yang dapat diperoleh orang seseorang atau organisasi, dan dalam kondisi seperti apa. Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.
Contohnya: Google, semua orang dapat bebas untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk kepentingannya.
Seandainya pekerjaan anda saat ini adalah seorang database administrator pada perusahaan Internet Service Provider (ISP). Kemudian anda diberi tugas mengamati trafik pengguna sehingga akan mengamati akses melalui web log. Apakah Anda dibenarkan mereview akses data sehingga anda mengetahui hal-hal yang dilakukan pengguna? Apa saja yang boleh anda lakukan dan apa yang tidak boleh? Jelaskan mengapa demikian!
Sebagai seorang administrator kita dibenarkan untuk mereview akses data karena itu sudah merupakan pekerjaan tetapi kita harus paham tentang konsep privacy dan kita wajib professional dalam menjalankannya. Yang dibolehkan mereview data tentang permasalahan yang ada dalam jaringan yang kita kelola sehingga kita dapat mengetahui masalah dan solusi agar pengguna tidak kecewa dengan layanan kita, yang tidak dibolehkan mereview history dan password client pengguna ISP kita.

 Sekian dulu untuk kali ini........Sampai jumpa minggu depan dengan pembahasan yang lebih menarik lainnya.


Komentar